proposal PKM
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kelor (Moringa oleiferaLam) merupakan tanaman perdu yang tinggi pohonnya dapat mencapai 10
meter, tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 700 m di atas
permukaan laut dan dapat tumbuh dengan baik pada berbagai jenis tanah kecuali
tanah berlempung berat dan menyukai pH tanah netral sampai sedikit asam.
Tanaman yang berasal dari dataran sekitar Himalaya, India, Pakistan dan
Afganistan ini tidak asing bagi keseharian masyarakat di Nusa Tenggara Barat
karena selain berfungsi sebagai pagar hidup di pekarangan dan kebun.Tanaman kelor merupakan
tanaman yang sering kita jumpai disekeliling kita, dan mungkin disekitar
lingkungan jarang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Tanaman kelor yang
memiliki banyak manfaat dan khasiat yang sangat sering dibutuhkan oleh
masyarakat. Di dalam tumbuhan kelor ada banyak manfaat yang penting yang perlu
kita ketahui .
Adapun manfaat yang terpenting yaitu tanaman kelor
yang kaya manfaat bisa mencegah diabetes dan pengroposan tulang. Dari cara
pengelolahan tanaman kelor ini, masyarakat bisa mengelolah dengan cara
mengkonsumsi tanaman kelor yang kaya manfaat, dari daun, batang, dan biji
tanaman kelor mempunyai manfaat tersendiri. Tanaman ini sangat mudah ditanam
dengan menggunakan biji ataupun stek.
Di Indonesia masyarakat yang masih jarang untuk
membudidayakan tanaman kelor yang kaya manfaat ini, justru malah negara
tetangga yang mengkonsumsi serta memproduksi tanaman ini yang dijadikan bahan
pangan, dan bahkan terkadang dijadikan suplemen untuk kesehatan era kebugaran
tubuh kita.
Oleh karena itu maka kita mencoba membudidayakan tanaman kelor guna
memberi dampak yang baik untuk masyarakat yang membudidayakannya, karena selama
ini masyarakat menganggap manfaat tanaman kelor itu mistis namun nyatanya
berguna bagi masyarakat.
1.2.
Identifikasi Masalah
Di Indonesia kurang energi
merupakan salah satu masalah Gizi Buruk yang sampai saat ini belum terpecahkan.
Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang betapa pentingnya tanaman daun kelor
yang selalu diabaikan sehingga meningkatkan tingkatan Gizi Buruk. Pandangan
masyarakat Jawa yang menilai daun kelor adalah daun mistis sehingga penggunaan
daun kelor sebagai salah satu sumber zat gizi untuk menanggulangi kekurangan
energi protein.
1.3.
Maksud dan Tujuan
Penulisan makalah ini tentang
manfaat tanaman kelor untuk memberikan gambaran dan pandangan pada masyarakat
akan tingginya nilai gizi pada tanaman kelor dan bagaimana cara membudidayakan
serta memanfaatkan tanaman kelor.
1.4.
Manfaat dan Kegunaan
1.4.1.
dapat menjadi referensi Pembaca kutuk menanggulangi kejadian kekurangan
energi protein (KEP).
1.4.2.
dapat membuka wawasan kepada masyarakat akan pentingnya kegunaan
tanaman kelor bagi kesehatan masyarakat.
1.4.3.
dapat mengapa stigma negatif masyarakat akan daun kelor.
1.4.4.
dapat memotivasi masyarakat untuk menanam tanaman kelor.
BAB II
Gambaran Umum Perencanaan
Usaha
2.1. Prospek Pengembangan Permen dari Daun Kelor
Prospek pengembangan permen dari ekstrak
daun kelor, merupakan olahan yang di buat dari daun kelor dan selanjutnya di
jadikan produk berupa permen, di tinjau dari manfaat permen dari ekstrak daun
kelor ini memiliki manfaat yakni Daun kelor
memiliki kandungan vitamin c serta antioksidan yang sangatlah tinggi, kedua zat
ini sangatlah baik untuk kesehatan kulit. Daun kelor yang dijadikan sebagai
sayur serta dikonsumsi dengan cara teratur bisa menghaluskan kulit serta
mencegah munculnya jerawat. Daun kelor yang ditumbuk dapat juga jadikan sebagai
masker muka yang dapat membuat kulit muka makin halus serta cantik. Selain itu
daun kelor juga bisa menangani diabetes. Faedah daun kelor untuk diabetes bisa
kurangi kadar gula dalam darah. Daun kelor bisa dijadikan juga sebagai insulin
alami untuk menangani diabetes. Makan sayur daun kelor dapat juga mencegah
penyakit gula darah atau diabetes, serta mampu mencegah penyakit kanker. Jika
dilihat dari segi usaha produk ini juga memiliki peluang usaha yang cukup
tinggi. Hal ini di karenakan selain harga yang terjangkau produk permen ekstrak
dari daun kelor ini juga memiliki banyak
manfaat. Adapun beberapa alasan diantaranya : (1) pohon kelor mudah di
budidayakan sehingga dapat memudahkan dalam mendapatkan bahan. (2) selain itu
juga jenis produk yang ditawarkan belum ada. (3) jenis produk ini juga dapat
menjadi cemilan sehat bagi anak – anak maupun orang dewasa, (4) pembuatan yang
mudah, praktis dan tidak memerlukan biaya yang besar.
2.2.
Analisis Ekonomi
Usaha
Jika dilihat dari analisis ekonomi usaha dari produk
permen ekstrak dari daun kelor, meliputi analisis SWOT sebagai berikut :
2.2.1. Strength (kelebihan)
a)
Bahan baku muda di
temukan, dikarenakan pohon kelor mudah di budidayakan.
b)
Konsumen yangmemadai
yakni anak – anak sampai orang dewasa.
c)
Produk meruakan
cemilan sehat
d)
Harga yang
terjangkau.
2.2.2. Weakness (kelemahan)
a)
Kurangnya kesadaran
masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi cemilan sehat.
b)
Membutuhkan banyak
kariyawan yakni dari segi membudidayakan pohon kelor maupun pembuatan produk
c)
Membituhkan biaya
yang cukup banyak untuk upah karyawan maupun modal.
2.2.3. Opportunity (peluang)
a)
Produk ini bisa di
minati semua kalangan baik anak – anak maupun orang dewasa
b)
Belum ada produk
permen ekstrak sebelumnya.
c)
Cemilan yang sehat
dan memiliki banyak manfaat.
d)
Baik bagi kecantikan
kulit untuk menari peminat/konsumen.
2.2.4. Threart (ancaman)
a)
Munculnya pesaing
baru yang meniru produk kami
b)
Rasa daun kelor yang
masih asing di masyarakat.
2.3. Harga
Berdasarkan harga pasaran dari produk permen berkisar Rp.
6000/pcs. Sedangkan harga permen ekstak daun kelor kami tawarkan dengan harga
Rp. 5.000/pcs sehingga masih dapat bersaing dengan pasaran.
2.4. Tempat
Selain beberapa point diatas tempat juga merupakan point
penting, sehingga penulis memilih memasok
di warung – warung kecil maupun mini market, dikarenakan warung – warung
kecil dan mini market merupakan pusat perbelanjaan baik dari anak – anak sampai
orang dewasa.
2.5. Analisis
Biaya
Hasil dari 1 kg gula, 2 sdm air jahe dan 1 gelas sari
daun kelor bisa menghasilkan 4 pcs bungkus permen kelor dalam sehari. Jika
dalam satu bulan mampu menghasilkan 120 pcs, dan dalam lima bulan
menghasilkan 600 pcs, berarti harga yang ditawarkan Rp. 5000/pcs.
Hasil penjualan 5 bulan = 600
x Rp. 5000 =Rp. 3.000.000
Keuntungan = Hasil Penjualan – Biaya Oprasional
= Rp. 3.000.000 – Rp. 2.250.000
=Rp. 750.000
BAB III
PEMBUATAN
3.1. Pembuatan
Permen Kelor
3.1.1. Proses Pembuatan Permen Kelor
A. Alat dan Bahan
|
No
|
Kreasi permen dan serbuk daun kelor
|
|
|
1
|
Alat
|
Bahan
|
|
2
|
Wajan
|
Gula
pasir 1 kg
|
|
3
|
Kompor
|
3
sdm air sari jahe
|
|
4
|
Sendok
|
2
gelas air sari daun kelor
|
|
|
|
|
B. Cara Pembuatan Permen daun kelor
1.
Siapkan daun kelor
yang sudah di tumbuk lalu dicampuri air dan di ambil sari nya
2.
Sipkan jahe yang
sudah di blender dan beri sedikit air lalu di pisahkan dari ampasnya
3.
Masukan satu gelas
daun kelor, 3 sdm air jahe, 1 kg gula pasir di dalam wajan.
4.
Lalu panaskan dengan
api kecil dan sambil diaduk agar tidak menggumpal.
5.
Jika ingin membuat
permen kelor masukan adonan yang masih mengental ke cetakan
6.
Jika ingin membuat
serbuk, aduk terus sampai adonan menjadi seperti serbuk
kecil.

3.2 Strategi Usaha
3.2.1 Target Pasar
Targer
di sekitar pasar Malioboro Yogyakarta memiliki konsumen terbesar dan itu bisa
menjadi peluang bagus bagi penjualan hasil dari ekstrak daun kelor. Menurut
data jumlah penduduk di malioboro cenderung meningkat karena banyak wisatawan
yang sering berkunjungan ke sana untuk mencari oleh- oleh khas Yogyakarta.
3.2.2. Strategi Penjualan
Salah
satu strategi penjualan adalah melakukan edukasi di pasar. Hal ini perlu
dilakukan karena sampai saat ini banyak produsen permen yang menjual permen
dengan pemanis buaan atau bahakn tidak sehat bagi tubuh. Proses edukasi inmi
dilakukan supaya para konsumen mengerti tentang pentingnya mengkonsumsi makanan
sehat. Cara menyampaikan itu semua dapat kita sampaikan melalui short film,
banner, brosur, dan media online lainnya.
BAB IV
Biaya dan Jadwal Kegiatan
4.1.
Anggaran Kegiatan
|
No
|
Jenis Pengeluaran
|
Biaya (Rp.)
|
|
1
|
Gula Pasir 1kg
|
Rp. 12.500
|
|
2
|
Jahe
|
Rp. 2.500
|
|
3
|
Daun Kelor
|
-
|
|
4
|
|
|
|
Jumlah
|
Rp. 15.000
|
|
4.2.
Jadwal Kegiatan
|
No
|
Bulan Ke-
|
||||||||||||||||||||
|
Jenis Kegiatan
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||||||||||||||||
|
Pekan
|
Pekan
|
Pekan
|
Pekan
|
Pekan
|
|||||||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Makanan ringan merupakan makanan yang
sangat digemari oleh masyarakat umum. Baik itu yang berbentuk basah atau yang
hanya tahan 1 hari saja, ataupun berbentuk kering yang tahannya sampai
berbulan-bulan bahkan tahunan. Di kota Yogyakarta
sendiri, banyak tersedia jenis makanan atau jajanan ringan, contohnya di
swalayan-swalayan ternama. Setiap hari para pelaku bisnis ini akan mengantarkan
barang dagangannya ke swalayan-swalayan ataupun ke toko oleh-oleh. Ini
membuktikan bahwa bisnis makanan ringan adalah bisnis yang sangat menguntungkan
saat ini dan ke depan.
Begitu juga dengan bisnis yang kami rancang di
atas. Permen merupakan makanan ringan yang sangat digemari oleh masyarakat
terutama anak-anak. Tapi sayangnya, banyak permen yang menggunakan pemanis
buatan. Dari sanalah kami berpikir untuk memproduksi permen yang menyehatkan
tanpa pemanis buatan yang berbahan herbal yaitu daun kelor. Permen kelor kering
yang kami buat bisa disimpan dalam waktu yang lama. diharapkan jajanan ini
dapat diterima dan mampu bersaing di pasaran.
HALAMAN
PENGESAHAN
USULAN PKM
KEWIRAUSAHAAN
1.
Judul Kegiatan : Permen Daun Kelor
2.
Bidang Kegiatan : PKM-K
3.
Ketua Pelaksana Kegiatan
a.
Nama Lengkap :
Sella Marviyantika
b.
NIM :
17.11.1681
c.
Jurusan :
S1 Informatika
d.
Universitas/institusi : Universitas AMIKOM Yogyakarta
e.
Alamat E-mail :
s.marviyantika@gmail.com
4.
Anggota Pelaksana Kegiatan
a.
Apria Dwi Sandika
b.
Hajar Dewantoro Djari
c.
Amar Rosyid Al Fatah
d.
Gilbert Novianto
5.
Dosen Pendamping
a.
Nama Lengkap dan Gelar :
Suyatmi SE, M.M,
b.
NIDN :
c.
Alamat Rumah :
6.
Biaya Kegiatan Total
a.
DIKTI :
Rp. 12.500.000
7.
Jangka Waktu Pelaksanaan :
5 Bulan
Yogyakarta,
30 Oktober 2017![]() |
|||
![]() |
|||


Komentar
Posting Komentar